Kamis, 24 Juli 2008

Ludah Percepat Sembuhnya Luka

Pernah diajarin oleh orang tua atau kakek-nenek mengobati luka dengan air liur? Ternyata penelitian oleh ilmuwan menemukan bahwa air liur atau ludah memang berkhasiat mempercepat kesembuhan.

Kebiasaan menggunakan air ludah sebagai obat luka seharusnya membuktikan betapa saktinya cairan tubuh yang satu ini. Beberapa riset yang dilakukan para ahli medis menyatakan, air ludah yang terdiri atas air dan protein berbentuk mucin (lendir) mampu mempercepat penyembuhan luka karena mengandung antibodi, mineral, antioksidan, dan berbagai zat lainnya.

Para peneliti dari Belanda telah mengidentifikasi satu zat di dalam air ludah manusia yang mempercepat penyembuhan luka, demikian laporan mereka yang disiarkan Rabu di The Journal of Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB).

Tim peneliti tersebut mendapati bahwa "histatin", protein kecil di dalam air ludah yang sebelumnya hanya dipercaya membunuh bakteri bertanggung-jawab atas penyembuhan luka.

Penelitian itu mungkin menawarkan harapan kepada orang yang menderita luka kronis yang berhubungan dengan diabetes dan gangguan lain, serta luka traumatis dan luka bakar. Selain itu, karena zat tersebut dapat diproduksi secara massal, zat tersebut memiliki potensi untuk menjadi sama umumnya dengan krim antibiotik dan alkohol gosok. "Kami berharap temuan kami pada akhirnya bermanfaat buat orang yang menderita luka yang tak kunjung sembuh, seperti borok di kaki dan luka akibat diabetes, serta bagi perawatan luka mengakibatkan trauma seperti luka bakar," kata Menno Oudhoff, penulis pertama laporan tersebut.

"Studi ini bukan hanya menjawab pertanyaan biologi mengenai mengapa hewan menjilati luka mereka," kata Gerald Weissmann, Pemimpin Redaksi FASEB Journal. "Itu juga menjelaskan mengapa luka di mulut, seperti luka setelah pencabutan gigi, sembuh jauh lebih cepat dibandingkan dengan luka pada kulit dan tulang. Itu juga mengarahkan kita untuk mulai memandang air ludah sebagai satu sumber bagi obat baru."

Subhanallah, begitu banyak rahasia yang terkandung dalam tubuh manusia. Dan baru sebagian kecilnya yang berhasil diungkap oleh manusia.

Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. (Q.S. Ali mran : 191)

Rabu, 23 Juli 2008

Ali bin Abi Thalib r.a. Bertutur Cinta


Cinta itu api.....

apapun yang dilewatinya akan terbakar


Cinta itu cahaya......

apapun yang dikenainya akan bersinar


Cinta itu langit.......

apapun yang dibawahnya akan ditutupinya


Cinta itu angin......

apapun yang ditiupnya akan digerakkannya


Cinta itu seperti air......

dengannya hidup segalanya,


seperti bumi

Cinta dapat menumbuhkan segalanya....!!!

Jangan Tertipu Mata


Kalau Anda melihat dua foto di atas ini dari tempat duduk di depan komputer Anda, maka akan tampak Si Tuan Pemarah ada di sebelah kiri dan Sang Nyonya Kalem di sebelah kanan.


Sekarang berdirilah dari tempat duduk Anda dan mundur kurang lebih 3 meter, dan Woooow!!! mereka bertukar tempat!!!!


Illusi ini diciptakan oleh Phillipe G. Schyns dan Aude Oliva dari Universitas Glasgow.


Membuktikan bahwa belum tentu apa yang kita lihat benar-benar sesuai dengan yang ada di fikiran kita!!!

Renungan dari Adab Makan Rasulullah Saw

Pada suatu kesempatan seorang dokter menceritakan wejangannya dengan mengajak yang hadir memikirkan sejenak tentang adab makan Rasulullah saw yang patut kita ambil ibrahnya. Berikut adalah wejangannya secara ringkas:


Cara makan - Menurut cara Rasulullah S.A.W, beliau akan mencampurkan lauk dan nasi dengan tangan kanannya dan kemudian membiarkan sebentar, lalu Rasullah saw akan mengambil sedikit garam menggunakan jari kecilnya, lalu Rasullah saw akan menghisap garam itu. Kemudian barulah Rasulullah makan. Mengapa? Karena kedua belah tangan kita mengeluarkan 3 macam enzim, tetapi konsentrasi di tangan kanan kurang sedikit dari yang kiri. Ini adalah karena enzim yg ada di tangan kanan itu merupakan enzim yang dapat membantu proses pelumatan/pencernaan (digestion), ia merupakan the first process of digestion. Mengapa menghisap garam? Karena garam adalah sumber mineral dari tanah yg diperlukan oleh badan kita. Dua cecah garam dari jari kita itu adalah sama dgn satu liter air mineral. Kita berasal dari tanah maka lumrahnya zat berasal dari bumi (tanah) inilah yg paling berkhasiat untuk kita. Kenapa garam? Selain karena ia adalah sumber mineral, garam juga adalah penawar yang paling mujarab bagi keracunan, menurut Dokter di rumahsakit-rumahsakit, the first line of treatment for poisoning (langkah pertama dalam menanggulangi keracunan) adalah dengan memberi Sodium Chloride, iaitu GARAM. Garam juga dapat menghalang sihir dan makhluk-makhluk halus yang ingin menggangu manusia.

Cara mengunyah - Rasulullah akan mengunyah sebanyak 40 kali untuk membiarkan makanan itu betul-betul lumat agar perut kita senang memproses makanan itu.

Membaca Basmalah - Membaca Basmalah sebelum makan untuk menghindari penyakit. Karena bakteri dan racun telah membuat perjanjian dengan Allah swt, apabila Basmalah dibaca maka bakteri dan racun akan musnah dari sumber makanan itu.

Cara minum - Janganlah minum berdiri walaupun hal itu makruh tetapi ia makruh yang mendekati haram. Jangan kita minum dari air yg besar dan kemungkinan orang lain juga akan meminum dari tempat yang sama, sehingga kita tidak memberi sisa air ke orang lain. Jangan bernafas selagi minum. Karena apabila kita minum dari air yg besar, lumrahnya kita akan meneguk air dan dalam proses minum itu, kita tentu akan bernafas dan menghembuskan nafas dari hidung kita. Apabila menghembuskan nafas, kita akan mengeluarkan CO2 (carbon dioxide), yang apabila bercampur dgn air (H20), akan menjadi H2CO3, iaitu sama dengan cuka, menyebabkan minuman itu menjadi acid (asam). Jangan meniup air yg panas, sebabnya sama diatas. Cara minum, seteguk bernafas, seteguk bernafas sehingga habis.

Ittiba' kepada Rasul ternyata memberikan banyak faedah, meskipun tanpa kita sadari. Maha Benar Allah dan RasulNya.

Kamis, 17 Juli 2008

Infotainment = Hiburan?

Infotainment menempati porsi cukup tinggi dalam rating acara televisi. Ini menggambarkan tingginya permintaan untuk acara sejenis ini Sekarang ini bisa dikatakan tiap saluran televisi mempunyai acara infotainment. Kalau kita menyalakan tv maka dari pagi hingga larut malam ada saja jenis acara ini. Bahkan satu stasiun tv menayangkan lebih dari satu acara serupa. Hanya nama dan penyajiannya saja yang sedikit berbeda. Saking banyaknya, terkadang berita yang ditampilkan antara saru acara dengan acara yang lain tidak jauh berbeda. Sehingga seolah-olah seluruh saluran tv menyajikan infotainment yang seragam. Terlebih jika ada berita yang cukup “hangat”. Malah sering kali tayangan dari satu stasiun tv diputar ulang oleh stasiun lain. Kurang kreatif? Entahlah . . .

Menilik namanya, infotainment seharusnya berisi berita-berita yang menghibur. Atau paling tidak materinya adalah berita tentang hiburan atau dunia hiburan.

Tetapi kenyataannya tidaklah selalu demikian. Tayangan infotainment sekarang ini lebih banyak berisi berita tentang kehidupan pribadi pelaku seni/hiburan. Sehingga yang lebih sering berkelebat di layar kaca adalah berita tentang pasangan barusi artis, putusnya hubungan si artis dengan pacarnya, selingkuh artis, perceraian artis, kegiatan artis, gaun si artis, kekayaan si artis, dan sejenisnya. Berita-berita yang seharusnya hanya menjadi konsumsi terbatas, malah menjadi konsumsi public. Sesuatu yang seharusnya disimpan rapat-rapat malah dinikmati oleh banyak orang.

Yang lebih menyedihkan lagi, acara infotainment ini sering dimanfaatkan oleh si pelaku untuk mendongkrak popularitasnya. Tidak heran jika ada pelaku seni yang lama tidak terliput akan melakukan hal-hal yang menarik perhatian para pemburu berita, walau harus mengorbankan rasa malunya dengan membuka aibnya sendiri. Bahkan kalau perlu konferensi pers dengan mengundang sejumlah wartawan infotainment agar meliputnya. Tentu saja agar popularitasnya tidak hilang yang bisa berujung pada hilangnya peluang untuk “dipakai” lagi.

Di sisi lain, acara infotainment (sebagaimana bentuk berita lain) juga sering dipakai sebagai alat penyebarluasan opini. Atau bahkan pembunuhan karakter orang-prang tertentu. Belum hilang dari ingatan kita bagaimana seorang da’I kondang menjadi bulan-bulanan media karena memutuskan menjalani hidup dengan poligami. Sementara pada waktu yang kurang lebih bersamaan kasus selingkuh seorang anggota parlemen tidak disorot dengan porsi yang serupa.

Hal lain yang perlu juga dikritisi dari materi infotainment ialah bahwa unsur yang sering ditonjolkan dalam berita adalah gaya hidup pelaku seni. Ukuran materi, gaya hidup hedonis, permisif, dan sebangsanya seolah-olah telah menjadi tolak ukur dalam kehidupan masyarakat saat ini. Tak heran jika dalam kondisi sulit akibat dicabutnya subsidi BBM oleh pemerintah seperti sekarang ini, masih banyak juga artis yang tidak peka terhadap kondisi sekitarnya. Bahkan sengaja diliput agar tetap popular.

Jika demikian kondisi infotainment, kita perlu mengkaji ulang masih perlukah kita menyaksikan acara semacam ini. Karena alih-alih memberikan hiburan, yang ada malah menyebarluaskan hadharah negative, opini hitam, dan mengungkap aib seseorang.
. . . Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya . . . (Q.S. Al-Hujuraat:12)

Senyuman Bayi, "Ekstasi" Buat Ibu

Pernah merasakan ketika pulang ke rumah dan disambut dengan senyuman oleh buah hati anda lantas seolah-olah semua beban saat itu hilang?
SENYUMAN seorang bayi. Itulah penyebabnya. Senyuman bayi ternyata tidak hanya akan menghangatkan dan meluluhkan hati sang ibu. Ekspresi bahagia bayi juga dapat menimbulkan efek luar biasa pada otak seorang ibu yang mungkin dapat dianalogikan sebagai ekstasi pembangkit energi. Seperti yang dilaporkan Jurnal Pediatrics edisi Juli 2008, senyum seorang bayi dapat mengaktifkan salah satu bagian dalam otak yang disebut "reward center" . Temuan yang didasarkan pada riset pencitraan otak ini dinilai penting karena akan membuka jalan dalam memahami dan menganalisa ikatan batin yang unik antara seorang ibu dengan bayinya.

“Hubungan antara ibu dan bayi sangat penting bagi perkembangan anak-anak,” ungkap Dr. Lane Strathearn, dari Human Neuroimaging Laboratory di Baylor College of Medicine, Houston, AS. “Untuk alasan apapun, pada beberapa kasus, hubungan ini tidak terjalin secara normal. Kelalaian dan kekerasan dapat menimbulkan konsekuensi, dengan dampak yang mengenaskan pada pertumbuhan anak-anak,” jelas StrathearnStrathearn dan rekannya menggunakan metode magnetic resonance imaging (MRI) untuk memindai otak sekitar 28 ibu yang baru pertamakali melahirkan. Para ibu diinstruksikan melihat foto-foto bayi mereka dan bayi orang lain yang berusia 5 hingga 10 bulan .

Pada beberapa foto, bayi tampak tersenyum atau bahagia. Pada foto lain, ada pula yang berwajah sedang sedih dan ekspresi biasa atau netral. Lewat metode pencitraan ini, peneliti menemukan adanya aktivasi pada daerah penting pada otak yang berkaitan dengan "reward" selain juga peningkatan neurotransmitter dopamine ketika para ibu melihat foto bayi mereka yang tersenyum. Kata peneliti, aktivasi ini menandakan adanya peningkatan aliran darah ke salah satu bagian otak tersebut. Area atau daerah otak ini diyakni telah terstimulasi oleh bayangan-bayangan dari bayi mereka yang kemudian larut dalam pikiran, gerak, perilaku dan emosi.

“Ini merupakan bagian otak yang juga dapat diaktifkan dalam penelitian lain berkaitan dengan kecanduan obat-obatan,” papar Strathearn.“Melihat senyuman bayi mereka sendiri seperti halnya natural high,” tambahnya.Kekuatan dari reaksi ibu akan tergantung dari ekspresi wajah bayi mereka. Aktivasi yang paling kuat, lanjut Strathearn, adalah saat melihat wajah bayi tersenyum. Sedangkan dari gambar dengan ekspresi sedih atau netral, dampaknya tidak begitu kuat. “Kami juga mengharapkan suatu reaksi berbeda dengan wajah yang sedih,” jelas peneliti. Faktanya, tim peneliti menemukan sedikit perbedaan dalam reaksi otak ibu tehadap wajah bayi mereka yang sedang menangis dibandingkan dengan wajah dari anak yang tak dikenal.Secara keseluruhan, para ibu memberi respon yang lebih kuat pada wajah anak-anak mereka ketimbang wajah anak yang tak dikenal.

Dengan memahami bagaimana seorang ibu memberi respon secara unik pada bayi mereka ketika terseyum atau menangis, kata Strathearn, mungkin akan menjadi tahap awal dalam memahami dasar-dasar ikatan antara ibu dan bayi berkaitan dengan ilmu syaraf.

Kamis, 10 Juli 2008

Kebijakan Pemicu Sakit Jiwa

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kesehatan menilai kenaikan harga BBM dapat menaikkan angka pengidap gangguan jiwa, tindak kriminalitas, dan bunuh diri.


"Itu tidak hanya terjadi pada keluarga miskin, tapi juga akan terjadi pada keluarga kaya," kata direktur LBH Kesehatan, Iskandar Sitorus di Surabaya, Jumat (6/6).


Menurut dia, kenaikan harga BBM akan menambah tingkat stres masyarakat yang sehari-hari sudah memiliki beban hidup cukup besar.


"Stres itu dapat berdampak pada kondisi kejiwaan bagi masyarakat, kecuali masyarakat yang mampu mengendalikan diri dan pasrah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa," katanya. (kompas.com)


Jumlah penderita gangguan jiwa di daerah perkotaan terus meningkat seiring dengan makin beratnya tekanan hidup, baik secara ekonomi maupun sosial seiring dengan menaiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Mereka umumnya mengalami gangguan psikologis dan perilaku sehingga menurunkan produktivitas mereka dan menghambat interaksi sosial dengan lingkungan sekitar.


"BBM itu faktor dominonya kemana-mana. Harga-harga makin naik, sehingga banyak orang depresi," kata Sekretaris Rumah Sakit Jiwa/RSJ Menur Provinsi Jawa Timur dr Hendro Riyanto yang sedang berada di Jakarta, Rabu (9/7).


Di RSJ Menur menurut Kepala Sub Bidang Rekam Medik dan Informasi Bambang Nuji, jumlah pasien rawat inap di RSJ mengalami peningkatan terutama pada bulan Mei 2008 yakni mencapai 200 pasien. Ini adalah angka tertinggi selama satu semester 2008 untuk pasien rawat inap. Januari 2008 sebanyak 182 pasien, Februari 2008 158 pasien, Maret 2008 179 pasien, April 2008 188 pasien, Mei 2008 200 pasien dan Juni 2008 165 pasien.


Sedangkan untuk pasien rawat jalan di bulan Januari 2008 sebanyak 2.151 kunjungan, Februari 2008 1.923 kunjungan, Maret 2008 1.958 kunjungan, April 2008 1.152 kunjungan, Mei 2008 2.121 kunjungan, Juni 2008 2.141 kunjungan.


"Total pasien rawat inap Januari-Juni 2008 sebanyak 1.072, dan pasien rawat jalan Januari-Juni 2008 ada 12.445 kunjungan," kata Bambang Nuji. Hendro Riyanto mengatakan, menaiknya jumlah pasien di RSJ juga akibat penggunaan kartu Asuransi Kesehatan bagi Masyarakat Miskin/Askeskin, sehingga mereka bisa berobat gratis.


"90 persen pasien yang menderita gangguan jiwa ini adalah orang miskin, dan 70 persen di antaranya disebabkan karena masalah ekonomi, seperti menganggur, korban Pemutusan Hubungan Kerja/PHK sehingga keluarganya terlantar dan dia terganggu jiwanya," kata Hendro Riyanto. (kompas.com)


Walhasil, kebijakan menaikkan harga BBM sampai membuat depresi dan keguncangan jiwa. Bahkan ada yang sampai pada tahap mengakhiri hidupnya dan keluarganya. Kebijakan demikian tentulah kebijakan yang dzalim. Bagaimana jadinya jika negeri ini dihuni oleh banyak orang gila? Apakah pemerintah negeri ini mengetahui masalah di atas? Atau jika benar tahu, apakah mereka akan merevisi kebijakan kenaikan harga BBM?

Sungguh Nabi Saw telah berdoa
"Ya Allah, siapa saja yang mengurusi urusan ummatku, lalu ia membebani mereka, maka bebanilah ia"
(HR Muslim dan Ahmad)

Jumat, 04 Juli 2008

Dongeng Lagi

Banyak diantara orang tua merasa kurang ’nyaman’ mendongengi buah hatinya dengan beberapa alasan, bisa capek, malas, tidak bisa cerita, tidak punya bahan cerita, tidak punya pengalaman mendongeng, suaranya tidak bagus dan masih banyak alasan lain untuk menolak permintaan si kecil yang sangat sederhana.

Jika kita tahu betapa berharga dan pentingnya satu cerita di satu penggalan malam bagi buah hati kita, tentunya berbagai rangkaian alasan takkan keluar dari lisan kita.

Membangun Karakter Anak Dengan Dongeng

Masa kanak-kanak merupakan fase yang paling subur untuk melakukan pembinaan keilmuan dan pemikiran. Pada masa ini daya tangkap dan daya serap otak mereka berada pada kemampuan maksimal; dada mereka lebih longgar dan lebih hapal terhadap apa yang mereka dengar.

”Siapa yang mempelajari al-Quran ketika masih muda, maka al-Quran itu akan menyatu dengan daging dan darahnya. Siapa yang mempelajarinya ketika dewasa, sedangkan ilmu itu akan lepas darinya dan tidak melekat pada dirinya, maka ia mendapatkan pahala dua kali.“ (HR al-Baihaqi, ad-Dailami, dan al-Hakim).

Terlebih lagi dari hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut :

1. Usia dini (lahir -6 tahun) merupakan masa perkembangan dan pertumbuhan yang sangat menentukn bagi anak di masa depan, disebut juga masa keemasan (golden age).

2. Hasil penelitian di bidang Neorologi (Osbon, White, Bloom) menunjukkan bahwa perkembangan intelektual usia sejak lahir – 4 tahun mencapai 50%; usia 4 tahun – 8 tahun mencapai 80% dan usia 8 tahun – 18 tahun mencapai 100%.

3. Stimulasi otak menunjukkan bahwa pertumbuhan otak anak ditentukan bagaimana cara orang tua mengasuh, memberi asupan makanan dan memberikan stimulasi psikososial (jarang disentuh atau diajak bermain), serta lingkungan yang miskin untuk bisa dieksplorasi anak.


Salah satu kegiatan menstimulus (merangsang) kecerdasan buah hati adalah dengan mendongeng. Mendongeng adalah suatu aktivitas bercerita suatu kisah entah khayal atau nyata yang biasanya diceritakan pada masa kanak-kanak. Dan biasanya cerita dongeng itu masih teringat oleh kita hingga dewasa karena di sana kita masih kecil dan minat mendengar dongeng kuat sekali alias kemampuan belajar tentang sesuatu di luar kita cukup besar.

”Belajar di waktu muda seperti menulis di atas batu sedangkan belajar di waktu tua seperti menulis di permukaan air.“

Kisah mempunyai pengaruh yang kuat terhadap jiwa, maka seorang pendidik dan orang tua selayaknya memperbanyak kisah-kisah yang bermanfaat dan itu banyak sekali terdapat dalam Al-Quran Al Karim dan sunnah-sunnah yang suci diantaranya, Kisah Ashabul Kahfi (penghuni gua), bertujuan untuk membentuk generasi yang beriman kepada Alloh, cinta kepada tauhid dan membenci kepada kemusyrikan. Kisah Isa alahi wasallam, bertujuan untuk menjelaskan bahwa beliau adalah hamba Allah dan bukan anak Allah sebagaimana anggapan kaum Nashrani, Kisah Yusuf alahi sallam, diantara tujuannya adalah untuk memperingatkan agar jangan sampai terjadi pergaulan campur aduk antara laki-laki dan perempuan, sebab akan membawa akibat yang sangat jelek, Kisah Yunus alahi wasallam, bertujuan untuk menekankan agar selalu ber-isti’anah (meminta pertolongan) hanya kepada Allah saja, lebih-lebih ketika ditimpa musibah.

Kisah orang-orang yang terperangkap dalam gua yaitu kisah yang diceritakan oleh Nabi sallallahu”alaihi wa sallam untuk mengajarkan kepada para sahabatnya tentang bertawassul kepada Alloh dengan amal-amal sholeh seperti ridho kepada orang tua, memenuhi hak-hak pemiliknya, dan meninggalkan zina karena takut karena Alloh. Dan sunnah nabawiyah penuh dengan kisah-kisah yang bermanfaaat.


Peran Dongeng Digantikan Televisi

Saat ini, peran dongeng sudah tergantikan oleh media televisi. Kebiasaan mendongeng para orangtua sekarang banyak ditinggalkan, dan anak hanya diputarkan televisi untuk menonton film-film animasi, bahkan sinetron. Ini sangat berbahaya, apalagi tidak didampingi orangtua. Anak memang berimajinasi, tapi menjadi sangat berbahaya kalau imajinasinya itu negatif karena menirukan tokoh kartun yang sangat berbeda dengan karakter manusia.

Sekarang coba kita renungkan bagaimanakah kalau kisah seperti Teletubies yang tokoh-tokohnya tidak jelas karakter wanita- prianya juga pembimbingnya bukan bapak ibu tapi dewa matahari(si bayi) dan si penyedot debu … Sinchan dengan gaya tololnya dan kesukaan pada hal ”ngeres”/porno apalagi bapaknya dan ibunya yang kejam….Power Rangers, Ksatria Baja Hitam, dan semacamnya yang menggambarkan bahwa segala permasalahan hanya bisa dipecahkan dengan kekerasan/perkelahian. Doraemon dan tokoh-tokohnya yang pemalas (si Nobita), kejam (si Giant), licik dan sombong (si Tsuneo), penolong bak Dewa Serba Bisa (si Doraemon)..Tom & Jery, Donal Bebek dan semacamnya dikisahkan pada anak-anak..yang penuh adegan kekerasan dan penipuan untuk menghancurkan musuh di ajarkan pada anak didik kita. BAGAIMANAKAH NASIB GENERASI PENGGEMAR KISAH-KISAH INI !!!.

Setiap orang tua HARUS Bisa Mendongeng

Coba kalau kita bertanya kepada para orang tua secara acak, siapakah yang menginginkan anaknya menjadi anak nakal, liar, dan kurang ajar ? Jawabannya, pasti, TIDAK ADA ! Siapapun orang tuanya, bahkan maling sekalipun tidak akan berdoa anaknya kelak menjadi maling seperti dirinya. Artinya, semua orang tua senantiasa mempunyai harapan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Pertanyaannya, kapan saat yang tepat bagi orang tua untuk menyampaikan harapan-harapan yang baik bagi si anak ? Betul. Saat buah hati kita menjelang tidur. Konon saat-saat menjelang tidur adalah saat yang efektif untuk menanamkan sesuatu ke alam bawah sadar anak. Sesuatu yang ditanamkan ke alam bawah sadar, secara berulang-ulang dan terus menerus, bisa sangat signifikan pengaruhnya. Itulah yang dikatakan sebagai teori hypnotherapy. Terlebih dengan suara lembut ibu, serta usapan jemarinya di kepala menumbuhkan ketenangan pada buah hati.

Nah Bapak Ibu, tunggu apa lagi ? Segera tanamkan nilai-nilai yang mulia bagi anak-anak kita, jika kita menginginkan mereka menjadi anak-anak sholeh, anak-anak hebat yang berdiri di barisan terdepan berjuang membela agama Allah.


(sumber : qathrunnadacom dengan editing)

Mendongeng

Meski terkesan sepele aktivitas satu ini ternyata penting. Menurut pakar dongeng Riris K. Toha Sarumpaet, dongeng bermanfaat bagi orang tua dan anak. "Bagi orang tua, dengan mendongeng, mereka bisa berbagi pengalaman, berkomunikasi dengan anak," ujar Riris.

Sementara untuk anak, mendongeng dapat dijadikan ajang tepat untuk menanamkan nilai moral, mengenalkan cara bersikap, dan sebagainya. Tentu saja, mendongeng harus disampaikan dalam bahasa sederhana yang dimengerti anak-anak, sesuai umur mereka. "Orang tua juga bisa mengenalkan anak pada pola bahasa, mengembangkan perbendarahaan kata, mendorong seni mendengar, dan melatih kemampuan visualisasi (menjadikan anak lebih kreatif)," papar Riris.

Yang juga penting, dongeng melatih anak berpikir rasional dan praktis, menyelesaikan masalah, serta mengambil keputusan. "Saat mendongeng, sebaiknya tidak langsung meminta mereka jangan melakukan ini-itu, meski sikap itu memang sebetulnya kurang baik. Lebih baik tanya dulu pendapat mereka tentang sikap yang dilakukan tokoh dalam dongeng itu, baru kemudian menyampaikan pesan moral."

Bagi anak-anak yang baru saja mengalami trauma atau sedang sakit, dongeng juga bisa jadi ajang pelepasan ekspresi, penyembuhan luka hati dan hiburan.

Pada dasarnya, anak memerlukan keteladanan, kejujuran, nasihat, dan punya rasa ingin tahu yang perlu dipuaskan. Apa saja yang bisa diceritakan saat mendongeng? "Bisa tentang gunung, kucing, celana, musim, kematian, harapan, sampai istana dengan raja dan ratunya," papar Riris sambil menambahkan, ide cerita bisa didapat dari sekolah, rumah, koran, alam, buku dan tentu saja imajinasi.

"Dongeng tidak harus selalu bahagia, agar anak-anak tidak selalu hidup dalam dunia fiktif. Jangan sampai dia tidak tahu mana yang dunia fantasi, mana yang realistis."

Riris membagi pendengar dongeng dalam empat kelompok umur, masing-masing bayi sampai 5 tahun, 5 - 8 tahun, 8 - 12 tahun, dan segala umur. Karena itu, cara bercerita, materi, bahasa yang disampaikan dan persiapan pendongeng juga disesuaikan.

Pendengar bayi sampai anak 5 tahun, misalnya, pikiran dan kegiatannya berkisar pada urusan makan, buang air kecil dan besar. Karena itu, dongeng untuk mereka sebaiknya berlangsung tak lebih dari lima menit. Riris menyarankan untuk menggunakan alat peraga agar cerita lebih mudah dipahami anak-anak. Misalnya, boneka, atau ajak mereka langsung ke kebun binatang saat menjelaskan binatang.

Anak-anak usia 5 - 8 tahun, sudah mulai mengenal seks. Kisah-kisah yang berkisar pada gender sudah boleh diberikan dalam konteks sederhana dan bertujuan memberikan pendidikan. "Ini adalah tahun-tahun emas atau golden years mereka. Jadi, manfaatkan sebaik mungkin cerita yang membuat mereka akan terus ingat, bahkan menerapkannya sebagai sikap hidup kelak," tutur Riris.

Karakter anak usia 8 - 12 tahun sudah sangat kompleks dan mulai suka intrik. Cerita berbau petualangan dan sedikit romance bisa diberikan. Jangan lupa, karena pendengarnya anak-anak, usahakan cerita yang disajikan menghibur dan membuat mereka terkesan. Asal tidak berlebihan, boleh saja mendramatisir cerita.
Misalnya, menirukan bunyi-bunyian, suara dan bahasa saat bercerita bisa membuat anak-anak antusias. Saat bercerita tentang kuda, selipkan suara ringkikannya semirip mungkin. Menirukan suara tokoh anak kecil dan seorang bapak, juga bisa dibuat berbeda agar dongeng tidak terkesan monoton.

Yang juga penting adalah adanya tokoh dalam cerita. Tokoh yang punya karakter sangat menonjol bisa menggugah ketertarikan mereka. Carilah tokoh yang mudah diingat dan bisa ditiru sikap dan sifatnya oleh anak-anak. Selain orang, banyak hal yang bisa jadi tokoh cerita, misalnya peri, naga, serangga, bunga dan sebagainya.

Kamis, 03 Juli 2008

Wisata Iman ke POLDA Metro Jaya?

Hari-hari ini adalah masa liburan anak-anak kita. Ada baiknya mengajak mereka menjenguk Habib Rizieq dan Munarman. Untuk apa?

oleh Dzikrullah *

Hari-hari ini, sebagian besar anak kita yang duduk di bangku SD sampai SMA memulai liburan kenaikan kelas dan lulusan sekolah.
Sebelum berangkat ke Bandung, Pulau Seribu, Jogja atau ke Bukittinggi untuk bersenang-senang, ada baiknya Anda ajak dulu anak-anak kita ke Gedung Tahanan Narkoba Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya. Letaknya di bagian belakang komplek Polda Metrojaya, persis di dekat Masjid Al-Kautsar yang indah dan megah.
Untuk apa?

Untuk berkenalan dengan para pengedar dan pengguna narkotika dan obat-obat terlarang? Bukan.

Tetapi untuk berkenalan dan bersalaman dengan ulama dan penjuang Islam yang sedang dizalimi, dipenjara oleh penguasa negeri ini, Habib Rizieq Shihab, ulama pemimpin gerakan 'amar ma'ruf nahiy munkar Front Pembela Islam, dan Munarman, Panglima Komando Laskar Islam serta kawan-kawannya.

Kedua tokoh ini dipenjara karena dituduh mendorong anak buahnya yang sedang berdemonstrasi di depan Istana Presiden menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak, untuk menyerang kelompok demonstran lain Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang hendak menyatakan pembelaannya terhadap Ahmadiyah, gerakan yang ajaran sesatnya diaku-akui Islam.

Mengunjungi Habib Rizieq dan Munarman adalah kesempatan yang baik untuk memperkenalkan anak-anak kita kepada kedua tokoh yang melawan kemunkaran dengan tangan ini.

Baik Habib Rizieq dan Munarman sama-sama bukan manusia sempurna. Banyak kekurangannya. Namun di tengah semakin suburnya penyakit al-Wahn (cinta dunia-benci mati) di kalangan tokoh Indonesia, kedua tokoh ini cukup menarik untuk dikenali lebih dekat.

Habib Rizieq Shihab adalah seorang kandidat doktor di Universiti Malaya, Kuala Lumpur. Tesis masternya yang dipuji oleh para guru besarnya itu berjudul “Pengaruh Pancasila terhadap Pelaksanaan Syariat Islam di Indonesia”.
Karena dianggap baik mutu riset dan penulisan tesisnya itu, para guru besar universitas tertua di Malaysia itu langsung mendukung Habib Rizieq meneruskan pendidikannya ke jenjang doktor.

Front Pembela Islam (FPI) yang beliau pimpin sejak tahun 1999 mulai dikenal masyarakat sejak mereka memberantas preman-preman yang menjadi centeng tempat-tempat maksiat di kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.
Salah satu yang dilawannya adalah preman-preman Kristen asal Ambon berjumlah ratusan orang yang “dideportasi” pulang ke kampungnya. Mereka inilah yang kemudian mengobarkan pengusiran dan pembantaian Umat Islam di Ambon Idul Fitri tahun 1999.

Jama'ah FPI menandai keberadaannya di Jakarta sebagai kelompok yang melawan kemunkaran dengan tangan. Dalam praktiknya, FPI selalu memberikan peringatan kepada tempat-tempat maksiat agar menghentikan kegiatannya, terutama di bulan Ramadhan.
Biasanya mereka bergerak setelah peringatan mereka kepada tempat-tempat tersebut dan pemberitahuan mereka kepada pihak kepolisian diabaikan.
Inisiatif FPI tersebut sering disebut anarkisme. Namun, mereka yang menuding demikian belum ada yang benar-benar pernah menghitung betapa besar anarkisme yang diakibatkan tempat-tempat maksiat itu selama bertahun-tahun.

Waktu Tsunami menghancurkan Aceh, para da'i FPI telah mewakili umat Islam Indonesia untuk mengurus ribuan jenazah orang Aceh yang bergelimpangan dan sebagian besar telah membusuk.
Habib Rizieq sendiri turun tangan. Setiap pagi, setelah apel dan memberi nasihat di posko mereka di Taman Makam Pahlawan Banda Aceh, Habib memimpin anak buahnya berjalan kaki ke masjid di seberang posko untuk menunaikan shalat dua rakaat. Baru setelah itu mereka menyebar ke seluruh penjuru Banda Aceh untuk mengurus jenazah-jenazah, membungkusnya, menshalatkannya dan menguburkannya dengan penuh ketelatenan dan kesabaran.

Munarman dulunya dikenal sebagai aktivis HAM sampai ia menjadi Ketua Kontras dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Indonesia. Istri Munarman yang beberapa waktu lalu diwawancarai sebuah stasiun televisi mengatakan, “Sejak mengaji sungguh-sungguh, dia (Munarman) hidupnya lebih teratur dan semakin sayang kepada istri dan anak-anaknya.”
Tahun lalu, didukung oleh beberapa tokoh Indonesia, seperti Ustadz Abu Bakar Baasyir, Munarman membentuk dan memimpin Brigade Pemburu Koruptor (BPK).

Pemuda Palembang kelahiran 1968 itu secara terang-terangan menyebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai target buruannya, selain para bankir penerima dan pengemplang dana milik rakyat Indonesia lewat Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) seperti Liem Sioe Liong, Hendra Tjipta, dan lain-lain.

Ajaklah anak-anak kita duduk bersama Habib Rizieq dan Munarman di gedung empat lantai itu Polda Metrojaya itu. Setiap hari, kedua tokoh itu menerima tamu hampir tanpa henti sejak jam 10 pagi sampai jam 3 sore.

Sebelum memasuki gedung, Anda akan diminta meninggalkan telefon genggam dan tanda identitas seperti KTP atau SIM di pintu depan yang dijaga dua orang petugas polisi yang ramah dan sopan. Tak usah khawatir. Titipkan saja. Allah yang menjaganya.

Tas dan barang bawaan juga akan dititipkan kepada seorang petugas yang duduk di bagian dalam gedung itu. Setelah tas diberi nama pemiliknya, Anda dan anak-anak Anda akan dipersilakan menemui Habib Rizieq di sebuah ruangan berukuran kira-kira 4x7 meter yang jendelanya sempit dan sengaja dipasang setinggi mungkin.

Di pintu ruangan itu tertera tulisan “ruang rapat”. Para tamu akan dipersilakan duduk lesehan di beberapa lembar tikar dan karpet sederhana. Foto Presiden SBY dan wakilnya Jusuf Kalla yang nampak tersenyum digantung didinding dan di tengahnya ada gambar Garuda Pancasila akan menemani kunjungan Anda sampai pulang.

Jangan lupa bawa koran atau majalah yang bisa Anda gunakan menjadi kipas, karena ruangan tanpa pendingin udara dan kipas angin itu cukup membuat gerah karena panasnya. Tak usah bawa minum. Seorang santri FPI akan menyediakan segelas air minum kemasan untuk Anda dan anak-anak, lengkap dengan sedotan lancipnya.

Biarkan mata jiwa anak-anak Anda yang masih suci merekam wajah Habib Rizieq yang teduh dengan senyumnya yang hangat. Biarkan juga anak-anak Anda merekam suaranya yang ramah saat menanyakan kabar mereka. Biarkan juga mereka merekam suara Habieb Rizieq yang menggelegar saat berbicara tentang kezaliman. Bukan kezaliman atas dirinya, ia tak terlalu pusing. Tetapi kezaliman atas Islam dan umat Islam.

“Orang yang membela Ahmadiyah, yang ajaran utamanya meyakini Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi, sama dengan mengatakan bahwan Muhammad Sallallaahu 'alayhi wa sallam adalah PENDUSTA! Karena beliau mewasiatkan kepada kita, “tidak ada nabi lagi sesudah aku”. Kalau karena melawan kemunkaran itu saya harus masuk penjara, ya sudah.. biarin..” kata Habib Rizieq.

Munarman akan Anda temui di lantai 3 gedung itu. Silakan minta tolong kepada petugas yang berjaga di lantai itu untuk memanggilkan beliau. Sel baja berwarna kecoklatan karena karat akan terbuka pelan saat pria langsing itu keluar dari dalamnya. Kemungkinan besar dia akan mengenakan baju koko berlengan pendek dan bersarung biru putih kotak-kotak. Yang pasti, kenal ataupun tidak Munarman dengan Anda dan anak-anak Anda, pengacara yang sering membeberkan nama-nama LSM penadah uang dari Amerika ini akan menerima Anda dengan senyum ramah.

Seterusnya, nikmati saja pembicaraan yang mengasyikkan dan penuh canda tawa.

Sebelum pulang, ajaklah Habib Rizieq dan Munarman mendoakan anak-anak Anda agar mereka tumbuh menjadi Muslim yang kuat dan pemberani seperti mereka. Terutama agar mereka berani berpaling dari kenikmatan palsu dunia untuk berpegang teguh pada kebenaran Islam yang memang semakin berat ujiannya.

Jangan khawatir, para Nabi dan Rasul pendahulu kita sudah mengalami hal-hal yang jauh lebih berat dari siapapun di zaman kini. Kalau mau hidup nikmat, nanti di syurga.


*Penulis Wartawan di Brunei Times

(sumber : hidayatullah.com)

Selasa, 01 Juli 2008

Bermain Salah Satu Cara Atasi Kecemasan Anak

LEPAS dari lingkungan rumah untuk pertama kalinya, misalnya saat anak pertama kali menjalani pendidikan di taman kanak-kanak, merupakan tugas yang tidak mudah, baik bagi anak maupun orang tua.
Salah satu permasalahan yang biasa muncul adalah rasa cemas anak untuk berpisah dari orang tua atau pengasuhnya. Para psikolog menyebutnya dengan separation anxiety disorder, yaitu ketakutan dan tegangan yang berlebihan pada anak ketika diminta berpisah dari figur lekat utama.


Tegangan ini dapat muncul dalam bentuk kekhawatiran terhadap keamanan orang yang berpisah darinya, menolak pergi ke sekolah, gangguan tidur, dan keluhan-keluhan sakit fisik. Barlow & Beck (dalam Weems & Carrion, 2003) menjelaskan bahwa kecemasan pada anak umumnya terjadi karena peran proses belajar, pemikiran, dan aspek fisiologis dari gangguan kecemasan.




Ketika permasalahan seperti ini terjadi pada anak Anda, maka jangan paksakan anak untuk segera beradaptasi dengan lingkungan barunya karena dapat menambah pengalaman negatif anak yang berdampak pada munculnya seri permasalahan selanjutnya. Selain perlu mengetahui penyebab utamanya, Anda juga perlu segera melakukan sesuatu sebelum permasalahan berikutnya muncul.




Salah satu hal yang dapat Anda lakukan untuk mencapai dua tujuan tersebut adalah mengajaknya bermain. Axline (1947) mengatakan bahwa bermain merupakan media alami bagi ekspresi diri anak. Permainan yang Anda lakukan bersama anak ini dapat menjadi sebuah terapi, yang disebut terapi bermain (Schaefer, 2003).


Dengan terapi bermain, anak memiliki kesempatan untuk ‘memainkan’ perasaan dan permasalahannya, anak merasa menjadi orang yang paling penting, mengatur situasi dan dirinya, tidak ada kritikan dan aturan, dan dapat diterima secara penuh (Axline, 1947). Situasi seperti ini sangat kondusif untuk anak yang sedang mengalami kecemasan, sehingga rasa amannya terpenuhi.




Dalam tulisan ini akan diperkenalkan salah satu jenis terapi yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan kecemasan, yakni terapi bermain, khususnya dengan pendekatan kognitif perilakuan.Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam tahap terapi bermain dengan pendekatan ini antara lain:


1. Membangun rasa aman.


Ketika anak mengalami kecemasan karena harus berelasi dengan dunia baru, hal yang dibutuhkan anak adalah rasa aman, maka ciptakan rasa aman pada diri anak dengan menungguinya di sekolah untuk beberapa saat.


2. Merubah pemikiran yang salah.


Anak yang mengalami kecemasan berpisah biasanya telah mengembangkan pemikiran yang salah tentang dunia barunya, misalnya dengan menganggap teman-teman barunya nakal, gurunya galak, pelajarannya sulit, atau hal-hal negatif lainnya. Pemikiran anak ini perlu segera diubah dengan cara memperlihatkan fakta yang sebaliknya.


3. Ajak anak bermain bersama.


Permainan yang digunakan tergantung pada pilihan anak. Yakinkan bahwa anak menjadi aktor utama dalam permainan tersebut dan beri kesempatan untuk banyak bermain peran. Melalui peran sebagai aktor utama ini, anak telah mengekspresikan secara bebas apa yang sedang dialaminya. Manfaatkan ekspresi anak ini untuk menggali apa yang sebenarnya menjadi penyebab utama kecemasan anak.


Dari sini, Anda dapat mengubah pemikiran keliru anak secara tidak langsung melalui percakapan dengan aktor utama. Guna mendukung efektivitas terapi ini, lakukan terapi ini di lingkungan sekolah bersama teman-teman sekelas, agar perasaan positif terhadap sekolah dapat terbentuk.




Y. Titik Kristiyani, S.Psi. Staf pengajar Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, sedang menempuh program magister profesi psikologi bidang pendidikan di UGM