Kamis, 14 Agustus 2008

200 Tahun Anjer - Panaroekan

5 Januari 1808. Maarschalk Herman Willem Daendels menjejakkan kakinya di Anyer, Banten. Ini adalah hari pertamanya di Pulau Jawa setelah perjalanan jauh melintas samudra dari negeri Belanda. Tidak ringan misi yang diembannya di negeri jajahan ini. Raja Belanda Louis (Lodewijk) Napoleon, saudara Kaisar Perancis Napoleon Bonaparte, mengangkatnya menjadi Gubernur Jenderal di Jawa menggantikan Albertus Wiese. Tugas utama Gubernur Jenderal Daendels adalah menyelamatkan Pulau Jawa dari serangan Inggris.
Jawa adalah satu-satunya daerah koloni Belanda-Perancis yang belum jatuh ke tangan Inggris setelah Isle de France dan Mauritius jatuh pada tahun 1807. Beberapa kali armada Inggris terlihat di perairan utara Laut Jawa, dekat Batavia. Delapan tahun lalu, tepatnya tahun 1800, armada Inggris berhasil memblokade Batavia dan menghancurkan galangan kapal Belanda di Pulau Onrust. Belum lama, dua tahun lalu, tahun 1806, armada Inggris muncul di Gresik. Kegentingan politik mewarnai kedatangan Daendels hari itu.
Gubernur Jenderal baru ini bergerak cepat. Ia sadar betul, kekuatan Perancis-Belanda di Jawa tidak akan mampu menghadapi armada Inggris. Ia pun merestrukturisasi kekuatan militernya. Orang-orang pribumi direkrutnya menjadi tentara. Ia membangun sejumlah rumah sakit dan tangsi-tangsi militer baru. Di Surabaya ia mendirikan Benteng Lodewijk dan membangun sebuah pabrik senjata. Di Semarang ia membangun pabrik meriam. Sementara, sekolah militer ia dirikan di Batavia.
Namun, lebih dari semua itu, proyek utamanya demi mempertahankan Jawa adalah membangun jalan raya sepanjang lebih kurang 1.000 kilometer yang menghubungkan ujung barat dan ujung timur Pulau Jawa, menghubungkan Anyer hingga Panarukan. Tujuannya satu agar mobilisasi perang dapat berjalan cepat. Hanya dengan jalur darat yang bagus mobilisasi pasukan untuk mempertahankan Jawa akan lebih mudah dilaksanakan. Inilah Jalan Raya Pos (Groote Postweg, The Great Post Road).

***

Era kekuasaan Daendels di Pulau Jawa yang hanya tiga tahun (1808-1811) merupakan salah satu titik kelam sejarah bangsa ini. Pramoedya Ananta Toer, dalam novelnya Jalan Raya Pos, Jalan Daendels, mengabadikan masa-masa pahit itu. Dengan getir ia menulis,
" . . . Indonesia adalah negeri budak.
Budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain. . . "
Sejarah mencatat, lebih dari 12.000 jiwa tewas akibat kerja paksa membangun jalan ini.
Namun siapa nyana, di balik hitamnya sejarah masa lalu, Daendels telah meletakkan dasar bagi perkembangan tata ruang kota dan hubungan antarkota di Jawa sejak awal abad XIX hingga kini. Jalan raya itu kini menjadi urat nadi transportasi di Jawa. Pembangunan Jalan Raya Pos juga telah mengubah wajah perkotaan di Jawa. Kehidupan ekonomi di kota-kota yang dilewati jalur Jalan Raya Pos berkembang pesat. Satu kota mati, kota lain tumbuh. Begitu terus sepanjang waktu. Selama 200 tahun (1808-2008) jalan raya itu menjadi saksi bisu hidup dan matinya kota-kota di Pulau Jawa. [kompas]

Selasa, 12 Agustus 2008

Kerja Keras (Utak-atik Huruf)

Perbandingan Konversi Huruf di Negara Maju dan Indonesia, dari perhitungan konversi huruf-huruf silahkan disimak :

Jika, nilai huruf-huruf ini kita anggap sbb:
A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M
1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 - 11 - 12 - 13

N - O - P - Q - R - S - T - U - V - W - X - Y - Z
14 - 15 - 16 - 17 - 18 - 19 - 20 - 21 - 22 - 23 - 24 - 25- 26

Hitung bareng-bareng:
Bahasa Inggris (dipercaya oleh orang America)
Kalau kita bekerja dengan modal angka tersebut dibawah, maka hasilnya adalah...

- H - A - R - D - W - O - R - K (kerjakeras)
8 1 18 4 23 15 18 11 = 98% Only

- K - N - O - W - L - E - D - G - E (pengetahuan)
11 14 15 23 12 5 4 7 5 = 96% Only

- L - O - B - B - Y - I - N - G (pendekatan)
12 15 2 2 25 9 14 7 = 86% Only

- L - U - C - K (keberuntungan)
12 21 3 11 = 47% Only

Ternyata ... semua nilai dari usaha-usaha kita diatas nggak bisamengalahkan yang satu ini:

- A - T - T - I - T - U - D - E (sikap/tingkah laku)
1 20 20 9 20 21 4 5 = 100%

Tapi ini rumus yang berlaku di luar negeri . . .

Lebih hebat di Indonesia, itungannya menjadi begini:

- G - I - G - I - H (Hardwork)
7 9 7 9 8 = 40% saja

- I - L - M - U (Knowledge)
9 12 13 21 = 55% saja

- L - O - B - I (Lobbying)
12 15 2 9 = 38% saja

- M - U - J - U - R (Luck)
13 21 10 21 18 = 83% saja

- S - I - K - A - P (Attitude)
19 9 11 1 16 = 46% saja

- K - O - R - U - P - S - I
11 15 18 21 16 19 9 = 109%

Ternyata yg ditekuni orang-orang yaitu"KORUPSI", mempunyai kadar mencapai keberhasilan lebih dari 100%...

Aduh kasihan deh.........
Namanya juga utak-atik . . . Asal kena . . .

Misteri Menghilangnya Supriyadi (Pemberontakan PETA Blitar)

Menghilangnya Supriyadi, pahlawan Pembela Tanah Air (PETA), hingga kini memang menjadi misteri. Banyak orang akhirnya mengaku-aku sebagai Supriyadi. Terbaru, seorang bernama Andaryoko Wisnuprabu mengaku sebagai Surpiyadi. Bagaimana sebenarnya peristiwa menghilangnya Supriyadi?

Pemberontakan PETA Blitar pecah pada 14 Februari 1945. Sejatinya, pemberontakan dilakukan lebih awal, yakni 5 Februari 1945 saat dilakukan latihan bersama (Daidan) batalyon PETA Jawa Timur di Tuban. Namun, rencana ini gagal, karena Jepang mendadak membatalkan jalannya latihan. Perwira PETA yang terlanjur datang ke Tuban dipulangkan masing-masing ke kotanya.

Rencana pemberontakan PETA sendiri sesungguhnya datang dari akumulasi kekecewaan para kadet PETA terhadap Jepang. Di lapangan, mereka kerap menjumpai tindak sewenang-wenang tentara Jepang kepada pribumi, sementara dalam latihan ketentaraan, Jepang selain keras juga melakukan diskriminasi, seperti keharusan menghormat tentara Jepang meski pangkatnya lebih rendah.

Adalah Supriyadi yang menjadi motor rencana pemberontakan. Sebetulnya ia hanya seorang Shudanco (komandan peleton). Atasannya masih ada Cudanco (komandan kompi) Ciptoharjono dan Daidanco (komandan batalyon) Soerahmad. Namun, tak bisa dipungkiri, inisiatif dan otak pemberontakan ada di tangan Supriyadi. Ia menggandeng beberapa rekan Shudanco yang sepaham.

Syahdan pada 9 Februari 1945, Supriyadi menemui guru spiritualnya, Mbah Kasan Bendo. Ia mengutarakan maksud untuk melawan Jepang. Konon, saat itu Kasan Bendo memintanya untuk bersabar dan menunda gerakan hingga 4 bulan. "Tapi kalau ananda mau juga melawan tentara Jepang sekarang, saya hanya dapat memberikan restu kepadamu, karena perjuanganmu itu adalah mulia."

Pesan itu disampaikan Supriyadi kepada rekan-rekannya. Setelah sempat menemui pimpinan PUTERA, Soekarno dan gagal mendapat restu, Supriyadi mengadakan rapat terakhirnya 13 Februari 1945 di kamar Shudanco Halir Mangundjidjaja. Hadir Shudanco Moeradi, Chudanco Ismangil, Bundanco Soenanto dan Bundanco Soeparjono. Hasilnya, pemberontakan akan dilakukan besok. Mereka masing-masing tahu risikonya bila gagal, paling ringan disiksa dan paling berat hukuman mati.

Rencana ini terkesan tergesa-gesa karena Supriyadi dan rekan-rekannya khawatir tindak tanduk mereka telah dimonitor Jepang. Shudanco Halir menceritakan di Blitar baru saja datang satu gerbong anggota Kempetai yang baru datang dari Semarang. Mereka menginap di Hotel Sakura. Supriyadi cs menduga, kedatangan Kempetai untuk menangkap dirinya dan rekan-rekannya.

14 Februari 1945, pukul 03.00, senjata dan peluru dibagi-bagikan ke anggota PETA. Jumlah yang ikut serta 360 orang. Setengah jam kemudian, Bundanco Soedarmo menembakkan mortir ke Hotel Sakura. Hotel direbut dan tentara PETA menurunkan slogan "Indonesia Akan Merdeka" (janji proganda Jepang) dan menggantinya dengan spanduk "Indonesia Sudah Merdeka." Merah putih juga dikibarkan.

Pasukan PETA melucuti senjata para polisi dan membebaskan tawanan dari penjara. Beberapa orang Jepang yang ditemui dibunuh. Mereka lalu bergerak menyebar ke tempat yang sudah ditentukan sebelumnya. Namun entah kenapa, rencana penyebaran malah gagal. Seluruh pasukan PETA seusai serangan justru berkumpul di Hutan Ngancar, perbatasan Kediri.Sejak awal, Jepang berhati-hati dalam menangani pemberontakan PETA. Mereka tidak terlalu ofensif dan cenderung menggunakan jalan persuasif untuk menjinakkan Supriyadi dan rekan-rekannya. Hal ini dilakukan demi menghindari tersulutnya kemarahan Daidan (Batalyon) PETA yang lain yang bisa saja malahan membuat pemberontakan meluas dan merembet ke mana-kemana.

Setelah kota Blitar berhasil diduduki kembali, langkah diplomasi pun dibuat. Kolonel Katagiri yang ditunjuk untuk memimpin operasi penumpasan mendatangi pasukan Supriyadi yang bertahan di Hutan Ngancar, perbatasan Kediri. Di Sumberlumbu, Katagiri bertemu dengan Muradi, salah satu pemimpin pemberontak. Pasukan PETA menawarkan penyerahan diri bersyarat. Adapun syaratnya adalah:

  1. Mempercepat kemerdekaan Indonesia

  2. Para tentara PETA yang terlibat pemberontakan takkan dilucuti senjatanya.

  3. Aksi tentara PETA yang dilakukan pada 14 Februari 1945 di Kota Blitartakkan dimintai pertanggungjawaban.
Katagiri menyetujui syarat tersebut. Sebagai tanda sepakat, ia menyerahkan pedang perwiranya kepada Muradi untuk disimpan. Muradi beserta seluruh pasukannya kembali ke Blitar.Nah, pada saat kembali dari Ngancar inilah, Supriyadi terakhir kali terlihat. Persisnya ia hilang di dukuh Panceran, Ngancar. Ada dugaan dia diculik secara diam-diam dan dibunuh Jepang di Gunung Kelud, namun berkembang juga isu bahwa Supriyadi sengaja melarikan diri. Mungkin ia memang sudah tak yakin Jepang akan memenuhi syarat yang diajukan PETA.

Jika itu yang ia rasakan, Supriyadi benar. Kesepakatan Sumberlumbu ternyata tak diakui oleh pimpinan tentara Jepang di Jakarta. Mereka meminta Kempetai tetap memproses para pelaku diproses. Dari hasil pilah memilah dan negosiasi, diberangkatkanlah 78 tentara PETA ke Jakarta untuk menghadapi pengadilan militer Jepang. Anggota lain yang terlibat hanya dikarantina di mess.

Hasil dari sidang militer, sebanyak 6 orang dijatuhi hukuman mati, 6 orang diganjar hukuman seumur hidup dan sisanya dihukum antara beberapa bulan sampai beberapa tahun. Tak lama kemudian, Shudanco Moeradi, Chudanco Ismangil, Shudanco Halir Mangkoedjidjaja, Bundanco Soenanto dan Bundanco Soeparjono menjalani eksekusi mati dengan dipenggal kepalanya di Eereveld, Ancol.

Bagaimana dengan Supriyadi? Sejak ia menghilang, ia tak pernah menunjukkan batang hidungnya kembali. Supriyadi sendiri pernah berpesan kepada ibunya beberapa hari sebelum pecahnya pemberontakan, apabila ia tidak kembali ke rumah dalam waktu 5 tahun, itu tandanya dirinya sudah meninggal dunia.

Apa benar Supriyadi telah gugur? Yang jelas, fakta bahwa jasadnya tak pernah diketemukan berbanding dengan penunjukannya sebagai panglima tentara Indonesia yang pertama menjadi bahan menarik sebagai komoditi misteri hingga kini. Komoditi yang juga sama dengan kasus raibnya Tan Malaka sebelum dipecahkan oleh sejarawan Belanda, Dr Harry Poeze. (detiknews.com)

AS Berusaha Melanggengkan Tragedi Rajab

Tanggal 28 Rajab 1342 H atau bertepatan dengan 3 Maret 1924 M, mengingatkan umat Islam tentang keberhasilan Rejim Inggris dan Rejim Perancis menghancurkan Daulah Khilafah. Mereka dari dulu tanpa jemu-jemu berusaha untuk menghancurkan institusi pemersatu kaum Muslim sedunia tersebut. Akhirnya dengan berbagai cara yang mereka tempuh telah berhasil melenyapkan Khilafah.

Usaha mereka dimulai dengan perang kebudayaan (ghazwuts tsaqafah), diikuti dengan serangan missionaris (ghazwut tabsyiriyyah), barulah diteruskan dengan perang yang sesungguhnya secara fisik melalui berbagai penjajahan di negeri-negeri Muslim. Dengan memperalat para misionaris Kristen, gerakan Zionis dan juga agen baru mereka yaitu Mustafa Kemal sang pengkhianat umat, maka Daulah Khilafah berhasil dihancurkan.

Setelah Daulah Islam berhasil dihancurkan, mereka tidak berhenti sampai di sini, mereka malah terus berusaha untuk memasikan kelestarian keberhasilan mereka ini dengan berbagai program pembaratan (westernation). Hasilnya mereka berhasil memecah belah masyarakat Turki kepada 3 bagian, yaitu:

  1. Golongan tentara, yakni mereka yang menjaga keluhuran sistem sekular;
  2. Golongan para politisi, mayoritas mencintai Islam, tetapi terpaksa mengakui pandangan umum tentang sekularisme dan ditekan oleh tentara;
  3. Golongan rakyat, yang kebanyakan dari mereka sudah menyadari kemuliaan mereka hanya dapat dicapai dengan Islam bukannya dengan sekularisme. Golongan ini sejak awal telah menyerahkan mandat mereka kepada para politisi partai yang cenderung kepada Islam.

Namun demikian, peristiwa yang terjadi di Negara Sekular Turki tak dapat dipisahkan secara langsung dengan peranan negara Barat yang telah menghancurkan Khilafah terlebih dahulu. Selepas perang dunia kedua, rejim Amerika Serikat mendominasi dunia dan meninggalkan rejim Inggris Raya di tangga kedua super power dunia. Dari sini, tibalah giliran AS untuk mengambil alih tugas-tugas durjana membasmi kebangkitan Islam di Turki.

Berita berbahasa Turki menyebutkan tentang usaha rejim AS untuk menjatuhkan masyarakat Turki dari Islam dan menggantikannya dengan Kristen. Sebagaimana surat kabar berbahasa Turki, Jeims Glas, begitu juga Penasihat Diplomatik AS dalam sebuah ceramahanya di Yayasan Washington mengatakan, "hingga kini Pemerintah AS tidak melepaskan Turki secara sepenuhnya".

Menurutnya walapun hasil dari poling yang dilakukan oleh Yayasan Piyo menyebutkan, bahwa masyarakat Turki memiliki pandangan negatif terhadap rejim AS, namun hal ini bukanlah bermakna pemerintah AS telah meninggalkan Turki. Memang beberapa waktu yang lalu Yayasan Piyo melakukan poling yang hasilnya mayoritas masyarakat Turki membenci Rejim AS dan Bush. Namun ingatlah bahwa ada gerakan Islam yang sungguh-sungguh menyeru penyatuan kembali negeri-negeri kaum Muslim yang terpecah belah akibat kebijakan devide and rule oleh rejim penjajah dulu. Sekularisme pasti akan hancur serta Khilafah pasti berdiri pada suatu saat nanti, sebagaimana janji Allah dan Rasul-Nya. [syabab.com]

Senin, 11 Agustus 2008

Hal-hal Lucu Awal Munculnya Komputer

Jim Cartlon, seorang wartawan Wall Street Journal, baru-baru ini mengumpulkan keluhan dari para konsumen komputer Amerika.Dan ternyata keluhan mereka jauh lebih "idiot" daripada yang kita kira. Berikut petikan keluhan2 konsumen yang super konyol & "super moron" itu :

1. Compaq pernah mempertimbangkan untuk mengubah perintah "Press ANY Key" menjadi "Press ENTER Key" dikarenakan banyaknya telefon yang menanyakan letak tombol "ANY" di keyboard.

2. AST Technical Support menerima laporan konsumen karena kesulitan menggunakan mouse. Saat Techinal Support berkunjung, mereka menemukan mouse tersebut tidak bisa digunakan... karena masih terbungkus rapi di dalam plastiknya. Penggunanya (seorang wanita) takut dengan mouse (tikus) sehingga tidak berani mengeluarkannya dari dalam plastik. Takut diserang mouse komputer?

3. Di tahun 1980-an, ketika disket masih berukuran besar, Teknisi Compaq pernah menerima keluhan seorang konsumen yang disketnya tidak terbaca oleh drive-disk komputer. Setelah diselidiki, ternyata konsumen itu sebelumnya memasukkan disket ke dalam mesin tik dan mengetikkan label yang tertempel di disket itu.

4. Sebuah keluhan lain dari konsumen AST yang mengatakan disket mereka terkena virus yang sulit dibersihkan.Petugas AST meminta orang itu mengirimkan kopi disket yang terinfeksi itu untuk dipelajari.Beberapa hari kemudian, petugas AST menerima foto kopi disket dari konsumen tersebut.

5. Seorang konsumen DELL mengeluhkan kalau dia tidak dapat mengirimkan fax via komputer.Setelah diarahkan selama 40 menit lewat telepon, petugas DELL menemukan kalau konsumen itu mencoba mengefax via komputer dengan cara memegang kertas yang akan di fax di depan monitor, sambil menekan tombol "SEND" di layar.

6. Seorang konsumen DELL lain mengeluh karena keyboard yang digunakannya sudah tidak bisa berfungsi sejak dibersihkan.Ketika ditanya caranya membersihkan keyboard, dia menjelaskan, "Saya mencuci dan menggosok semua bagian keyboard dengan sabun, dan membilasnya dengan air, lalu menjemurnya."

7. Seorang konsumen DELL marah besar karena tidak bisa menyalakan komputer yang baru dibelinya. "Semua sudah terpasang dengan baik.Tapi setiap kali saya tekan pedal kaki , tidak terjadi apa-apa." Setelah diselidiki ternyata "pedal kaki" yang dimaksud orang itu adalah : mouse.

8. Seorang lagi konsumen DELL marah besar karena komputer barunya tidak nyala.Dia menjelaskan semua sudah terpasang dengan benar, dan ketika dia menunggu selama 20 menit, tidak terjadi apa-apa pada komputernya. Ketika teknisi DELL menanyakan apakah "power switch" sudah dinyalakan, dia balik bertanya, "Power switch apa?"

9. Berikut adalah tanya-jawab antara petugas Novell NetWire dengan seorang konsumen :Penelepon : Hallo, dengan Tech Support?Novell : Ya, bisa dibantu?Penelepon : Tatakan cangkir di PC saya patah. Apa mungkin saya bisa menggantinya?Novell : Tatakan cangkir? Apakah itu hadiah saat Anda membeli komputer?Penelepon : Tidak. Tatakan cangkir ini sudah ada di komputer saya. Dan ketika saya meletakkan gelas saya di atasnya, tatakan itu patah. Yang saya ketahui, di bagian depan tatakan itu ada tulisan "CD-ROM, 16X".(Saat itu juga, petugas Novell langsung mematikan telepon dan tertawa terbahak-bahak...)

[dari uangmaya]

Jumat, 08 Agustus 2008

Heboh 08-08-08

Banyak yang heboh di hari ini. Mengapa? Karena penanggalan hari ini cukup unik jika dituliskan yaitu 08-08-08. Banyak hal yang berhubungan dengan angka 8 sudah terkenal khususnya di kalangan etnis tionghoa bisa mendatangkan "hoki". Mungkin tanggal ini pula yang dipilih oleh "negeri tirai bambu" untuk mengadakan kehebohan pembukaan perlombaan olah raga sedunia. Menurut kabarnya orang-orang di sana harus membayar ekstra untuk mendapatkan angka 8 pada nomor telepon atau kartu SIMnya.

Mengapa angka 8 spesial bagi mereka? Alasan utamanya mungkin karena 8 bagi orang sana berbunyi "ba" yang kedengarannya mirip dengan "fa" yang berarti kesejahteraan. Alasan lain adalah bahwa angka 8 memiliki bentuk yang simetris sempurna (perfect symmetrical shape). Anda bisa memotong angka 8 dengan posisi horizontal atau vertikal dan keduanya mencerminkan potongan lainnya dengan sempurna. Bentuk yang simetris sempurna mencerminkan keseimbangan yang sempurna.

Hari yang "bersejarah" ini rupanya cukup menarik perhatian banyak pihak. Tidak hanya penyelenggara Olimpiade Cina yang heboh. Sekitar 9000-an pasangan di sana ingin merayakan pernikahannya mereka pada tanggal unik ini. Yang heboh lainnya yang ketiban undangan (Kebayang nggak kalau anda mendapatkan undangan sebanyak itu pada hari yang sama?)

Di Indonesia tak kalah hebohnya. Tak kurang dari puluhan (atau mungkin ratusan?) calon mempelai yang ingin menyelenggarakan pesta perkawinan bertepatan pada tanggal keramat ini. Kabarnya hotel-hotel dan tempat penyelenggaraan pesta di jakarta sudah habis dipesan sejak beberapa bulan yang lalu. Bahkan harga pemesanannya pun berlipat-lipat. Yang heboh jelas penyelenggara pesta yang ketiban rejeki.

Sayang memang jika tidak menggunakan angka yang langka ini untuk suatu hal yang heboh (spesial). Sudah bisa dipastikan wanita yang sedang hamil tua mendambakan janin yang dikandungnya lahir pada tanggal unik ini. Bahkan kalau perlu harus dipaksa lahir dengan operasi cesar. (Apa nggak kasihan pada janin yang dipaksa-paksa begitu, ya?)

Itulah sebagian kehebohan tanggal unik ini.

Anda punya informasi heboh lainnya terkait tanggal heboh ini? Tuliskan di "komentar" di bagian bawah artikel ini.

Korelasi Bikini dengan Kemajuan Bangsa

Keputusannya memakai bikini mengundang kecaman dari dalam negeri tidak pernah disangka oleh Putri Raemawasti, peserta Miss Universe 2008 dari Indonesia. Akan tetapi ia tidak menunjukkan rasa bersalah, malah mengungkapkan bahwa keputusannya itu justru menjunjung martabat bangsa ini.
”Masalah two pieces itu tidak menjatuhkan martabat Indonesia, malah finalis-finalis lainnya bangga. Mereka bilang Indonesia sudah maju ya, sudah pakai bikini,” ujarnya dalam jumpa pers di Hotel Nikko, Jakarta Pusat, Selasa (5/8).


Ini pernyataan aneh (khususnya bagi saya, dan mungkin sebahagian dari anda) yang keluar dari mulut seorang mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dan tentu saja pernyatan ini perlu dikritisi. Sebagai seorang mahasiswi tentu perlu (kalau tidak bisa dikatakan "wajib") memberikan argumen yang cukup untuk mengungkapkan korelasi antara menjunjung martabat bangsa dengan bikini.


Bagaimana bisa martabat bangsa bisa terangkat hanya dengan memakai bikini? Malah hal ini menunjukkan bahwa bangsa kita tidak punya identitas sendiri yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain. Dengan kata lain ikut-ikutan alias bangsa pengekor kepada sesuatu yang belum jelas kebenaran dan kebaikannya.


Lalu apa pula hubungan antara kemajuan suatu bangsa dengan memakai bikini?
Justru kalau kita cermati sejarah peradaban manusia, periode mereka yang memakai penutup tubuh seadanya berada pada zaman purbakala, dimana teknologi modern belum ditemukan. Bukankah ini justru bertentangan dengan pernyataannya?


Apakah karena ini bukan dalam lingkup akademis lalu pernyataannya tidak perlu disertai dengan argumen atau dalil? Apakah dia diutus ke kontes pamer aurat itu hanya untuk dinilai fisiknya semata? Bukankah sisi "brain" juga mendapat porsi tersendiri?


Rupanya tolok ukur (standar) baik atau buruk si peserta ini (liberal) berbeda dengan tolok ukur yang seharusnya kita miliki (Islam). Dari sini kita bisa menilai bahwa ajang kontes-kontesan semacam ini memang hanya dibuat untuk tujuan lain. Bukan untuk mencari wanita yang terbaik, melainkan yang tercantik atau yang laku di pasaran. Karena jelas yang terbaik itu tidak pernah lahir dari kontes pamer aurat semacam ini. Ukuran terbaik jelas tidak dinilai hanya dari tercantik fisik an sich sebagaiman kriteria Miss Universe dan miss-miss-an yang lain.


Bukan masalah one piece atau two picesnya yang seharusnya jadi perhatian kita bersama. Tetapi keikutsertaannya yang telah menjadikan wajah wanita Indonesia, yang notabene mayoritas muslimah, setali tiga uang dengan wanita-wanita yang tidak yakin akan adanya hari akhir. Padahal dahulu keikutsertaan dalam kontes-kontesan semacam ini sudah pernah dilarang pada pemerintahan Soeharto dengan tegas, sebagaimana tercermin dalam Keputusan Pemerintah yang dikeluarkan Mendikbud no 237/U/84 khususnya pasal 4 dan 6. Lalu ketika reformasi semua itu berubah.


Apa yang didapatkan Indonesia dari keikutsertaannya di ajang seperti ini? Entahlah. Yang pasti dengan begitu bangsa ini telah kehilangan identitasnya bahkan mungkin keberkahan dari Allah. Naudzubillahi min dzalik.